IAIN LANGSA

IAIN Langsa
Rektor IAIN Langsa Lepas Peserta KKN Melayu Serumpun 2022

Kota Langsa (Humas) – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Basri, MA melepas peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Melayu Serumpun di halaman gedung rektorat kampus setempat, Senin (20/6/22).

Para peserta yang terdiri dari 13 mahasiswa/i semester 6 perwakilan seluruh fakultas yang ada di IAIN Langsa ini akan mengikuti KKN Melayu Serumpun Angkatan III. KKN ini merupakan program kolaborasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Sumatera dan melibatkan 23 PTKIN.

Tahun ini, Aceh menjadi tuan rumah pelaksanaan KKN Melayu Serumpun yang terpusat di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Adapun lokasi yang terpilih menjadi lokasi pengabdian yakni Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh.

Menurut laporan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa Dr. H. Sulaiman Ismail, M.Ag., pelaksanaan KKN dijadwalkan mulai 24 Juni hingga 30 Juli 2022 mendatang dengan tema ‘Pengembangan Pariwisata Halal dalam Budaya Melayu Serumpun’ dan dibagi lagi ke dalam lima sub tema mulai dari destinasi pariwisata halal, akomodasi pariwisata halal, usaha makanan dan minuman, jasa pelayanan kesehatan dan kecantikan, hingga biro perjalanan.

Dalam arahannya, Rektor IAIN Langsa Dr. H. Basri, MA mengharapkan agar para peserta dari IAIN Langsa dapat memberikan kontribusi yang inovatif dan kreatif di tengah-tengah masyarakat dengan menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama ini di kampus.

“Di saat melakukan pengabdian nantinya, buatlah inovasi yang bagus, saling bekerjasama dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat sesuai dengan bidang yang telah dipelajari di kampus,” ujarnya.

Rektor juga meminta para peserta untuk menunjukkan sikap yang baik di tempat pengabdian agar mudah beradaptasi dengan masyarakat.

“Para peserta KKN ini tentu adalah para yang terpilih, terapkan nilai-nilai keislaman dalam setiap kegiatan yang dilakukan, berpartisipasi aktif, menjaga kedisiplinan waktu, dan tunjukkan pada teman-teman dari daerah lain dan masyarakat sekitar bahwa kita memiliki akhlak yang baik,” pesannya.

Kegiatan seremonial ditutup dengan penyematan atribut peserta oleh Rektor sebagai tanda telah dilepasnya peserta menuju ke tempat pengabdian.