IAIN LANGSA

IAIN Langsa
Rektor IAIN Langsa Lepas Mahasiswa FTIK Mengabdi Jilid II

Kota Langsa (Humas) – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Basri, MA melepas para mahasiswa FTIK Mengabdi Jilid II, Rabu (3/8/22) di halaman fakultas setempat.

Kegiatan pengabdian ini kembali diadakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Langsa setelah tahun lalu kegiatan yang sama juga dilakukan oleh DEMA FTIK.

FTIK Mengabdi Jilid II yang bertajuk ‘Membangun Jiwa Pendidikan di Desa Pedalaman Demi Mewujudkan Mahasiswa FTIK yang Totalitas untuk Pendidikan’ kali ini diikuti oleh 43 mahasiswa FTIK selama 11 hari mulai tanggal 3 hingga 13 Agustus 2022.

Para peserta dibagi kedalam tiga kelompok yang masing-masing akan mengabdi di tiga desa yakni Desa Baling Karang Kecamatan Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang, Desa Batu Sumbang dan Desa Pante Kera Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur.

Dekan FTIK Dr. Zainal Abidin, MA menjelaskan dilaksanakannya kembali kegiatan ini karena pengabdian tahun lalu meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi masyarakat tempat pengabdian.

“Pengabdian jilid lalu sangat membuat terkesan masyarakat karena program yang dilaksanakan mahasiswa telah sangat membantu masyarakat terutama di bidang pendidikan,” ujarnya.

Zainal menceritakan bahwa pendidikan di tempat pengabdian sedikit ketinggalan dari yang seharusnya dimana murid sekolah dasar kelas enam masih ada yang belum mengenal huruf. Maka tahun ini kembali dilaksanakan pengabdian di tempat yang sama untuk melanjutkan kegiatan membantu masyarakat dalam bidang pendidikan.

Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (Kapus PKM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Langsa Anwar, M.Kom.I yang turut hadir pada kegiatan pelepasan menjelaskan pihaknya akan menyusun kembali teknis dan instrumen penilaian pengabdian yang dilakukan mahasiswa diluar jadwal mata kuliah KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat).

“Kami saat ini sedang merekognisi pengabdian mahasiswa ini dalam bentuk yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis dengan memperhatikan beberapa teknis terkait pelaksanaannya termasuk lamanya waktu pengabdian, karena Mata Kuliah KPM yang berbobot 4 SKS membutuhkan waktu selama 45 hari pengabdian,” jelasnya.

Anwar mengatakan pihaknya akan berdiskusi dengan pimpinan terkait regulasi terkait pengabdian mahasiswa dan MK KPM ini nantinya. Selain itu Anwar juga mengarahkan para mahasiswa untuk membuat laporan kegiatan sesuai dengan kegiatan yang dijalani.

“Laporan yang nantinya dibuat harus laporan FTIK Mengabdi dan jangan mengadopsi laporan KPM,” imbuhnya.

Melepas para mahasiswa FTIK Mengabdi, Rektor IAIN Langsa Dr. H. Basri, MA mengapresiasi inisiatif para mahasiswa untuk melakukan pengabdian di tempat yang.

Rektor menyebutkan ada tiga aspek yang harus ditransfer mahasiswa kepada masyarakat melalui pengabdian ini.

“Mengabdi merupakan kegiatan dalam mentransfer ilmu, paling kurang ada tiga aspek yang dapat ditransfer kepada masyarakat, yang pertama aspek sikap, dengan berakhlak mulia agar menjadi teladan. Yang kedua aspek mengabdikan ilmu yang dimiliki, membagikan ilmu dengan metode yang mudah dipahami. Yang terakhir aspek transfer keterampilan, membantu masyarakat untuk memliki keterampilan yang dapat menjadi nilai jual untuk meningkatkan kesejahteraan,” tandasnya.

Selanjutnya Rektor mengharapkan para peserta untuk dapat melanjutkan pengabdian dengan berbagai cara termasuk memotivasi masyarakat untuk meneruskan kegiatan atau kebiasaan yang telah dilakukan para mahasiswa. Terakhir Rektor juga meminta mahasiswa untuk menjaga nama baik lembaga serta keluarga dengan bersikap baik di lingkungan masyarakat.