IAIN LANGSA

IAIN Langsa
PUSIF IAIN Langsa Survey Tower Mangrove Forest Park Sebagai Markaz Rukyatul Hilal

Kota Langsa (Humas) - Markaz Rukyatul hilal  adalah tempat yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan rukyatul hilal terutama menjelang Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijah. Hasil dari rukyatul hilal  POB inilah  nantinya akan digunakan oleh pemerintah  sebagai dasar penetapan sidang isbat.

Langsa sebagai salah satu wilayah  paling timur Aceh yang berhadapan langsung dengan bukit barisan diarah barat membuat ufuq barat tidak sejernih daerah pantai barat selatan.

Kehadiran Tower Mangrove Forest Park Langsa, sebagai titik tertingi di kota langsa membawa secercah harapan bagi Tim Pusat Studi Ilmu Falak Fakutas Syariah untuk membuat kajian serta penelitian terhadap kelayakan Tower Hutan Mangrove sebagai Markaz Ruktyatul Hilal yang sangat dibutuhkan oleh umat.

Secara teori Tim PUSIF telah membuat kajian  dengan pedekatan geodesi serta geometri perpektif yang berdasar dari data Geogle Earth.

“Hasil kajian menujukkan ufuq barat disaat matahari dan bulan terbenam  yang berkisar dari titik 249 derajat s/d 299 derajat. Pada titik 249 s/d 255 ufuk  terhalang oleh Gunung Mugajah yang memiliki ketinggian mulai dari 1500 M DPL hingga 2800 M dengan jarak 74 km dari titik menara. Setelah dianalisa dengan pendekatan geometry perpektif ketingian bukit tesebut berkisar 0,5 derajat s/d 1 derjat 54 menit.  Namun dititik 263  derjat s/d 299 derjajat memiliki ufuq yang bebas dari bukit. Hasil tersebut tanpa memperhatikan paralax dan pembiasan atmosphere,”jelas Kepala Pusat Studi Ilmu Falak, Ikhsan Kamilan Latif, Selasa (14/6/2022) malam.

Dijelaskannya, kedatangan Tim Pusif secara langsung untuk membuat kajian dan penelitian terhadap kondisi riil menara. Dalam artian memperhatikan aspek belum terdata di Geogle erth yakni paralax dan pembiasan atmosphere.

“Dari hasil survei yang telah di lakukan oleh tim PUSIF Fakultas Syariah IAIN Langsa mulai Ashar hingga  selepas Maghrib ini mengambil putusan  bahwa Tower Mangrove layak untuk dijadikan titik rukyah  disaat matahari berada dibelahan bumi Utara. Sementara disaat matahari berada dibelahan selatan  maka layak di gunakan pada kondisi tertuntu. Yakni disaat ketinggian hilal sudah melebehi batas ambang 3 derajat,”demikian ujarnya.