IAIN Langsa
Cegah Plagiarisme Bagi Mahasiswa, LP2M IAIN Langsa Gelar Diskusi Publik

19 Februari 2021

Kota Langsa (Humas) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menggelar Diskusi Publik Tentang Rancangan Pencegahan Plagiarisme di IAIN Langsa secara daring melalui Zoom Meeting, Jum’at (19/2/21).

Kegiatan ini adalah kegiatan kedua setelah sebelumnya LP2M menggelar Rapat Pembahasan Draft Regulasi Pencegahan Plagiarisme yang menghadirkan seluruh unsur pimpinan di lingkungan kampus IAIN Langsa pada Rabu (10/2/21), berita selengkapnya dapat dibaca disini.

Pada diskusi kali ini, LP2M menargetkan publik yang terdiri dari perwakilan mahasiswa IAIN Langsa dengan total 100 peserta di dalam Zoom Meeting dan selebihnya bergabung melalui kanal YouTube IAIN Langsa yang ditayangkan secara LIVE.

Tujuan dilaksanakan diskusi ini ialah untuk mensosialisasikan dan saling tukar pendapat antara mahasiswa dan kampus IAIN Langsa terkait regulasi pencegahan plagiarisme terkhusus dalam penulisan skripsi atau tugas akhir. Diskusi ini menghadirkan beberapa pembicara, diantaranya Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Dr. M. Suhaili Sufyan, Lc., MA., Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA., Sekretaris LP2M Dr. Muhammad Ansor, MA., Kepala Puslitpen LP2M Dr. Yenny Suzana, M.Pd., Ketua DEMA IAIN Langsa Maulana Alqia dan Ananda Felony sebagai moderator.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Dr. M. Suhaili Sufyan, Lc., MA., menginginkan para mahasiswa untuk menyampaikan kendala yang dialami dalam menyelesaikan skripsi atau tugas akhir sehingga membuat para mahasiswa melakukan plagiasi.

“Disini kami ingin mendapat masukan-masukan dari anak-anak kami, kira-kira apa kendala yang menjadi momok bagi mahasiswa ketika menyelesaikan tugas akhir sehingga terjerat dalam jiplak menjiplak karya milik orang lain,” tandasnya.

Dr. M. Suhaili Sufyan, Lc., MA., juga menegaskan bahwa plagiasi adalah sebuah dosa besar yang sama saja dengan mengambil tanpa seiizin yang memiliki dimana dalam agama juga dilarang untuk melakukan hal tersebut.

Pemateri kedua dalam diskusi ini, Kepala Puslitpen LP2M Dr. Yenny Suzana, M.Pd., memberikan gambaran mengenai definisi plagiasi, aplikasi yang dapat mendeteksi kemiripan dari kutipan yang terdapat dalam skripsi atau karya ilmiah serta contoh karya yang terindikasi plagiasi. Dr. Yenny juga menyebutkan 5 level indikasi plagiasi.

“Warna Biru menunjukkan Similarity Index 0%, Hijau 1-24%, Kuning 25-49%, Oranye 20-74%, dan Merah 75-100%,” sebutnya.

Sekretaris LP2M Dr. Muhammad Ansor, MA., pada sesinya menjelaskan isi dari draft Pencegahan Plagiarisme di IAIN Langsa versi terbaru setelah rapat yang dilakukan sebelumnya. Dr. Muhammad Ansor juga mengatakan setelah diskusi kali ini akan ada kemungkinan untuk draft tersebut berubah lagi menyesuaikan masukan-masukan yang muncul dalam diskusi ini.

Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA., menekankan pentingnya kampus sebagai tempat memproduksi ilmu pengetahuan untuk memiliki integritas yang mana tanpa kejujuran, karya tulis ilmiah yang dihasilkan akan memiliki nilai yang sangat rendah. Dr. Amiruddin juga menghimbau mahasiswa agar mempelajari regulasi pencegahan plagiarisme di IAIN Langsa agar tidak salah memahami indikasi yang termasuk plagiasi.

Sebagai pembicara perwakilan dari mahasiswa, Ketua DEMA IAIN Langsa Maulana Alqia menyampaikan beberapa hal yang menjadi masukan untuk draft regulasi pencegahan plagiarisme di IAIN Langsa, diantaranya yakni meminta untuk menyediakan komputer beraplikasi turnitin di setiap fakultas guna memeriksa karya tulis, menyarankan para dosen sedari semester pertama untuk menugaskan membuat karya tulis atau makalah secara benar, meminta sosialisasi plagiarisme sejak semester pertama, dan meminta angka indikasi plagiasi dinaikkan menjadi 30%.

Diskusi diakhiri dengan sesi tanya jawab antar pemateri dan peserta diskusi. Diskusi ini dapat disaksikan ulang melalui kanal YouTube IAIN Langsa.(Dipa/S)