IAIN LANGSA

IAIN Langsa
31 Guru Ikuti Pelatihan Pengelolaan Laboratorium PAI

Kota Langsa (Humas) – Sebanyak 31 guru mengikuti pelatihan pengelolaan laboratorium Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berlangsung di aula barat kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Rabu (18/1/2023).

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. Zainal Abidin, M.A. mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan oleh Prodi Pendidikan Agama Islam ini diikuti bagi guru PAI tingkat SD, SMP dan SMA yang berasal dari Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Aceh Timur.

Zainal menyebutkan, guna terciptanya keberhasilan pendidikan yang berkualitas, tentu tidak terlepas dari peran pendidik yang mampu mengantarkan para siswa untuk mencapai aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

“Hal ini akan dicapai jika kita melakukan peningkatan dan penguatan kapasitas kita selaku pendidik, salah satunya melalui pelatihan – pelatihan seperti ini,”ujarnya.

Pada kesempatan itu, Zainal juga memaparkan secara singkat perkembangan Program Studi yang ada dilingkungan FTIK IAIN Langsa.

“Dalam tahun ini kita sedang menunggu izin empat Prodi baru, yaitu PPG, IPA, Bahasa Indonesia dan Bimbingan Konseling Pendidikan Islam,”imbuhnya,

Sementara itu, Rektor IAIN Langsa Dr. H. Basri, MA mengapresiasi pelatihan yang diprakarsai oleh FTIK IAIN Langsa, menurut Rektor, kegiatan – kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan baik secara kuantitas dan kualitas sebagai upaya memperkaya khazanah keilmuan dan memperkuat mutu pendidik.

“Dalam perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, kita sebagai pendidik dituntut agar mampu meresponnya dengan baik, sehingga kita mampu menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas,”tandas Rektor.

Rektor menjelaskan, ilmu pengetahuan bersifat dinamis tidak statis, oleh karena itu diperlukan kemampuan seorang pendidik untuk mengembangkan ilmu pengetahuan melalui potensi – potensi yang dimiliki.

Rektor berharap, pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini dapat diikuti dengan serius, sehingga hasil yang didapat nantinya dapat diimplementasikan pada masing – masing sekolah.