blog_2
Wakil Walikota Langsa Paparkan Potensi Kota Langsa

12 Oktober 2018

KOTA LANGSA (Humas) -  Wakil Walikota Dr. Marzuki Hamid, MM memaparkan potensi Kota langsa kepada peserta pembekalan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di aula kampus setempat, kamis (11/10) sore.

Dihadapan para mahasiswa Marzuki mengucapkan terima kasih kepada pimpinan IAIN Langsa yang telah mengambil lokasi pelaksanaan KPM di Langsa.

“Karena sudah 10-12 tahun tidak pernah ada KPM yang dilaksanakan di Kota Langsa. Mungkin pimpinan Perguruan Tinggi berfikir Kota Langsa sudah maju, namun saya melihat masih banyak tantangan yang perlu sentuhan mahasiswa,” katanya.

Dijelaskannya, Langsa dulunya hanya satu kecamatan yang masuk dalam wilayah Aceh Timur, pada tahun 2001 baru di mekarkan menjadi Kota Langsa, dengan 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Langsa kota, Langsa Barat dan Langsa Timur.

Seiring berjalannya waktu maka dimekarkan kembali dua kecamatan, yaitu Kecamatan Langsa Baro dan Kecamatan Langsa Lama.

“Jadi kota Langsa sekarang terdiri dari 5 kecamatan dan 66 Gampong,”terangnya.

Marzuki juga menjelaskan secara ringkas sejarah nama Langsa, ada hasil penelitian menyebutkan bahwa Langsa lahir sekitar abad ke 18, ada orang orang dari Padang yang datang dan menetap wilayah timur Aceh pertama sekali mendarat di telaga tujuh.

“karena kebutuhan mendesak saat itu adalah air, jadi orang pada mencari air dengan cara menggali, namun beberapa kali dicari tidak ditemukan, sampai akhir pada galian ketujuh mendapatkan air, makanya dinamakan Telaga Tujuh,” ujar alumni HMI ini.

Namun saat itu, orang yang menetap di Telaga Tujuh berpindah kedaratan tepatnya di daerah Baroh Kecamatan Langsa Lama sekarang, saat itu masayarakat sering menjemur makanan, ketika makan dijemur ada seekor elang besar yang memakan makanan tersebut, sehingga pada waktu itu terkenallah elang besar.

“Ini dialeknya berubah dari elang besar menjadi Langsa, ini ada buku sejarah Kota Langsa yang sudah diteliti dan diterbitkan oleh Pemko Langsa,”sebutnya.

Marzuki juga mengatakan, Kota Langsa ini adalah kota jasa, karena tidak ada Sumber Daya Alam yang dapat diandalkan, diantara jasa yang ditawarkan adalah jasa pendidikan, jasa kesehatan, jasa industri dan perdagangan, serta jasa pariwisata.

Menurut Marzuki, ada beberapa hal yang perlu mendapatkan sentuhan para mahasiswa KPM nantinya, salah satunya adalah menggalakkan kebersihan di gampong-gampong.

“Jalan di Kota bersih, di gampong masih banyak sampah yang berserakan, parit sumbat, sampah plastik yang dapat membahayakan penduduk, tolong sosialisasikan kepada masyarakat hal ini. Lebih bagus lagi seluruh masyarakat kita membuat bank sampah,”imbuhnya.(Syahrial)