IAIN Langsa
Rektor IAIN Langsa Hadiri AICIS Ke 19

02 Oktober 2019

Jakarta (Humas) – Rektor Instititut Agama Islam Negeri Langsa Dr. H. Basri, MA menghadiri kegiatan Annual International Conference On Islamic Studies (AICIS) ke 19 yang berlangsung di hotel Mercure Batavia,Jakarta pada Selasa (1/10/2019) malam.

Selain Rektor, galeran itu juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. H. Muhammad Suhaili Sufyan, MA dan Direktur Pascasarjana Dr. H. Zulkarnaini, MA.

Rektor mengatakan, AICIS merupakan forum kajian keislaman yang diinisiasi oleh kementerian Agama RI sejak 19 tahun lalu. Pertemuan para pemikir Islam sejagat ini menjadi tempat bertemunya para pemangku kepentingan studi Islam yang diharapkan menjadi barometer perkembangan kajian Islam dunia.

Pada AICIS kali, lanjutnya, terdapat tiga dosen IAIN Langsa yang akan mempresentasikan makalahnya, mereka adalah Budi Juliandi, Yogi Febriandi dan Lenni Lestari.

Rektor mengapresiasi para dosen yang tampil sebagai pemakalah pada ajang bergengsi tersebut, Rektor juga berharap agar kedepannya lebih banyak para dosen yang akan mengisi publikasi ilmiah.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin menyebutkan, pertemuan AICIS ini memang diarahkan agar sarjana dan akademisi Islam dapat berkontribusi memecahkan masalah dunia.

Dijelaskannya, pendidikan Islam adalah ekosistem besar. Saat ini terdapat hampir seribu perguruan tinggi Islam, 72 ribu pendidikan dasar-menengah, 30 ribu pesantren, dan 7 juta madrasah takmiliyah. Dari lembaga itu terdapat 10 juta siswa, 4 juta santri, 1 juta guru, 32 ribu dosen, 500 profesor, dan 6000 doktor. "Total stakeholder pendidikan islam berjumlah 28 juta" tandas Kamaruddin.

"Bila sumberdaya yang besar ini dikelola dengan baik dan diarahkan untuk berkontribusi positif, maka hasilnya akan luar biasa," sambungnya lagi.

Konferensi tahunan ini mengambil tema "Digital Islam, Education and Youth: Changing Landscape of Indonesian Islam". Pertemuan ini membahas 450 paper dari 1300 yang diseleksi.

Keynote speaker dalam konferensi ini, selain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, ada Peter Mandeville (George Mason University, Virginia USA), Garry R. Bunt (University of Wales), dan Abdul Majid Hakemollahi (ICAS London).

Tema-tema yang dibahas antara lain Religion and Philosophy in the Post-truth Age, Response to the Era of Disruption, Making and Consuming Islam Online: The Reconfiguration of a Discursive Tradition?, dan Islam in the Digital Age Islamic Philoshopy for Millennials.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara saat membuka acara AICIS mengatakan, pada gelaran AICIS ke 19 ini, sekitar 1700 sarjana islamic studies berkumpul di indonesia. Selama empat hari, pada 1-4 Oktober 2019, mereka akan terlibat dalam rangakaian konferensi di hotel Mercure Batavia, Jakarta.

Di tengah perubahan zaman yang cepat, lanjut Rudiantara, pendidikan Islam dipaksa masuk ke dalam paradigma baru. "Pengajaran saat ini tentu saja tak bisa textbook lagi. Generasi saat ini harus didorong kreatif dan selalu bertanya mengapa harus begini dan mengapa tidak begitu" katanya.

Zaman yang bergerak cepat ini sejatinya merupakan peluang. Indonesia adalah negara besar yang bisnis digitalnya akan melonjak, diperkirakan US$ 130 milyar di tahun 2020.

Menurut Rudiantara, pendidikan Islam dapat mengambil peran strategis sebagai imunisasi generasi muda dari hoax, fitnah dan namimah. Populasinya yang besar sangat potensial untuk mengambil peran tersebut.(Syahrial)