IAIN Langsa
IAIN Langsa Bantu Warga Palestina

14 Mei 2019

Kota Langsa (Humas) - Segenap Civitas Akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Selasa (14/5) turut membantu warga Palestina yang merupakan saudara seiman.
 
Wujud bantuan tersebut berupa sedekah dari civitas akademika yang dikumpulkan usai mendengarkan kondisi Palestina terkini yang disampaikan oleh Syeikh Barjas Daoud Salih Elawar dari Yordania di mesjid kampus setempat.
 
Dihadapan para jamaah Syeikh Barjas menceritakan kondsi mesjid Aqsha dan Palestina yang setiap harinya terus dijajah oleh Yahudi.
 
Syeikh Barjas berharap agar setiap muslim menjadikan Aqsha bagian dari kehidupan sehari-hari dan terus mengkampanyekan Aqsha, sehingga Aqsha menjadi hal yang penting bagi umat islam.
 
Pada kesempatan itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiawaan dan Kerjasama IAIN Langsa Dr. Zainuddin, MA mengajak segenap dosen, pegawai dan mahasiswa untuk menggalang donasi setelah perkuliahan aktif dan akan dikirimkan melalui rekening KNRP.
 
"Saya sudah meminta seluruh mahasiswa melalaui Ormawa untuk menggalang donasi,"sebutnya.
 
Donasi yang terkumpul dari jamaah yang hadir di mesjid kampus berjumlah Rp. 5.839.000.
Sebelum menyampaikan kondisi terkini Palestina, Syeikh Barjas beserta rombongan disambut oleh Rektor di ruang kerjanya.
 
Rektor IAIN Langsa Dr. H. Basri, MA Mengucapkan selamat datang kepada syeikh di kampus IAIN Langsa
Dikatakan Rektor  pihaknya mendukung misi dakwah yang diemban oleh syekh Palestina selama bulan Ramadhan di Aceh.
 
Selain itu Rektor juga menyampaikan rasa empati kepada masyarakat Palestina yang saat ini terus mendapatkan penjajahan, serangan dari tentara Israel. 
 
"Mudah-mudahan saudara kita dikuatkan dan semuanya cepat berlalu, sehingga saudara-saudara kita kehidupannya lebih baik lagi,"imbuhnya.
 
Rektor juga mengatakan, sebagai bentuk kecintaan kampus kepada Paleatina, pihaknya menetapkan  mata kuliah tarikh islam dan sejarah peradaban islam kepada para mahasiswa, dengan demikian sejarah mesjid Aqsha terus mendapat perhatian khusus.
 
Sementara itu, Syeikh Barjas mengucapkan terima kasih kepada masyarakat kampus yang turut mendukung mengedukasi masyarakat mengenai Aqsha dan Palestina.
 
Syeikh Barjas menyebutkan, warga Palestina sudah menganggap Indonesia sebagai kakak kandung.
 
"Indonesia adalah negara muslim terbanyak di dunia, jadi indonesia dianggap sebagai kakak bagi warga palestina, jika ada permasalahan kami akan mengadu kepada kakak kami,"sebutnya melalui penerjemahnya.
 
Dijelaskannya, dulu panglima perang Shalahunddin Al Ayyubi sebelum berberang memberikan pendidikan agama kepada para tentaranya.
 
Begitu juga halnya di kampus, harus terus diberi pendidikan agama,agar mahasiswa terus cinta agama Allah, mengetahui apa yang harus dilakukan untuk membela agama Allah.(Syahrial)