Dekan Fakultas Syariah : Mari Realisasikan Wujud Rahmatan Lil Alamin

02 Juli 2018 Diposting oleh : Humas

Dekan Fakultas Syariah IAIN Langsa Dr. Zulfikar, MA saat menjadi pembina apel pada apel bulanan, senin (2/7) di halaman gedung Biro Rektorat kampus setempat.

Dekan Fakultas Syariah IAIN Langsa Dr. Zulfikar, MA saat menjadi pembina apel pada apel bulanan, senin (2/7) di halaman gedung Biro Rektorat kampus setempat.

Kota Langsa (Humas) – Dekan Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. Zulfikar, MA mengajak segenap civitas akademika untuk merealisasikan konsep Rahmatan Lil Alami yang menjadi visi dari kampus tersebut.

Menurutnya, salah satu cara untuk mewujudkannya dengan cara menerapkan hidup hemat, tidak melalukan pemubaziran.

“Orang – orang yang mubazir, yang boros, yang membuang – buang harta, ataupun harta yang masih bisa dimanfaatkan tapi dibuang begitu saja, kata Allah mereka itu adalah saudara – saudaranya setan, sementara setan itu terhadap tuhannya dia ingkar,” sebut Zulfikar saat menjadi Pembina apel bulanan, senin (2/7) di halaman gedung biro kampus setempat.

Yang dimaksud dengan ingkar, katanya, ingkar terhadap nikmat, jika ingkar terhadap nikmat Allah maka Allah akan ambil nikmat itu, dalam ayat Allah berfirman, jika kalian syukur terhadap nikmatku maka akan aku tambah.

Dikatakannya, cara mensyukuri nikmat Allah salah satunya menggunakan nikmat itu dengan tepat, tidak mubazir.

Kemudian Allah katakan, lanjutnya, tapi kalau kalian ingkari nikmatku, kalian gunakan ada yang masih membutuhkan kalian gunakan berlebihan atau kalian buang-buang, sesungguhnya azabku sangat pedih, itu ancaman di akhirat.

“Tapi di dunia ini kita sudah mengalami berbagai efek dari kufur nikmat itu,  sebentar – bentar terjadi banjir, gempa bumi dan sebagainya, ini hampir setiap saat terjadi, untuk itu mari kita di Zawiyah Cot Kala ini untuk merealisasikan wujud rahmatan lil alamin, saya mengajak kita semua untuk melakukan pola hidup, sikap hidup hemat, tidak boros,”jelasnya.

Zulfikar juga mengatakan, di kampus ini banyak hal yang bisa diwujudkan untuk tidak mubazir, salah satunya penggunaan listrik, AC untuk tidak diaktifkan  pada waktu tidak dibutuhkan apalagi sampai berjam-jam.

“Ini masih sangat banyak kita lihat, listrik hidup dalam satu ruangan padahal tidak ada orangnya,”imbuhnya.

Orang mubazir itu sangat besar efeknya, baik terhadap diri, lingkungan, maupun orang lain.

“Allah telah mengatakan secara jelas kerusakan yang telah terjadi, yang telah nampak di darat dan di laut itu semuanya disebabkan ulah tangan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung, mana contoh yang langsung, para penebang hutan untuk diekspor atau dijual, menebang pohon besar-besaran tidak ditanam kembali itulah yang langsung, yang tidak langsung ini kita, kenapa terjadi penebangan besar-besaran karena ingin memproduksi kertas, siapa yang menggunakan kertas, kita, karena ada konsumen maka itu mereka lakukan, kita ikut disitu, jadi Allah mengatakan semua itu ulah tangan manusia, kenapa Allah tidak hentikan kerusakan itu, biar pohon ditebang tapi tidak banjir, Allah ingin rasakan, biar kapok, agar mereka rasakan, sudah dilarang tapi dilakukan, sebagian efek dari efek yang mereka lakukan, sebagian lagi nanti akhirat,”tandasnya.

Jika lembaga ini terus mempertontonkan kemubaziran, sebutnya, ini sangat fatal, pertama sangat bertentangan dengan prinsip yang tertuang dalam visi lembaga, yaitu rahmatan lil alamin, yang kedua ini akan menjadi tauladan buruk bagi masyarakat, yang ketiga tidak bisa membuktikan contoh kongkrit rahmatan lil alamin yang diterapkan di Zawiyah Cot Kala, mana mata kuliahnya atau meteri kuliahnya, yang mana pengabdiannya, mana penelitiannya yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kepada asesor.

Dirinya berharap agar mubazir ini dari segala sisi bisa  dihentikan, karena selain efek mubazir yang disebutkan tadi, efek lainnya adalah menjadi orang boros, boros itu ingkar tuhan, paling tidak ingkar nikmat, kalau ingkar nikmat maka azab Allah sangat pedih.(Syahrial)